Apa yang Anda Cari?

Memuat...

Minggu, 01 April 2012

MAKALAH PERENCANAAN (PLANNING) PERENCANAAN PEMASARAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Saat ini dilkelilingi oleh dunia pemasaran (marketing), dirumah, ditempat kerja, ditoko dan hampir semua akrivitas harian dikelilingi oleh pemasaran. Karena konsumen memiliki banyak banyak pilihan dari pada sebelumnya, produk, merek, iklan, harga, atau yang baik sudah cukup lagi. Hal ini dikatakan tidak cukup lagi karena konsumen dapat lebih cepat dan mudah meriset produk dan perusahaan, membandingkan harga, mencek spesifikasi, dll. Konsumen atau pun pemasok saat ini lebih menyukai berhadapan organisasi dan merek yang memiliki kredibilitas dan citra publik yang positif atau unik. Para pesaing lokal dan internasional pun berlomba – lomba dan mengukuhkan relasi dengan pelanggan mereka.
A.    PERMASALAHAN
Para perencana tidak dapat mengendalikan yang akan datang, tatapi mereka seharusnya berusaha mengidentifikasikan dan menghindarkan kegiatan – kegiatan sekarang dan hasil – hasilnya yang dapat diperkirakan akan mempengaruhi waktu yang akan datang. Salah satu maksud perencanaan adalah melihat bahwa program – program dan penemuan – penemuan sekarang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemungkinanan pencapaian tujuan – tujuan diwaktu yang akan datang yaitu meningkatkan pembuatan keputusan yang lebih baik.
                        Perubahan faktor – faktor yang akan menyebabkan terjadinya perubahan permintaan. Sementara itu perubahan harga itu sendiri akan menyebabkan terjadinya perubahaan jumlah yang diminta.

 BAB II
A.    SOLUSI MASALAH (PEMBAHASAN)
Pengertian perencanaan pemasaran
Perencanaan pemasaran adalah penerapan yang sudah direncanakan dari sumber daya pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran.
Sedangkan pemasaran itu sendiri adalah proses penyusunan komunikasi terpadu bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia, mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), dan pengiriman barang (promotion).
Pemasaran lebih dipandang sebagai seni dari pada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung pada lebih banyak pada keterampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan dari pada berorientasi pada ilmu. Pandangan ahli terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Pemasaran merupakan ujung tombak bagi perusahaan. oleh sebab itu, penting adanya rencana pemasaran untuk menunjang kesuksesan perusahaan.
Rencana pemasaran haruslah mengobservasi dan berorientasi pada masa depan. Observasi data mnegenai seberapa efektif pemasaran dilakukan dan bagaimana saja yang masih mendapat terdapat kekurangan dan perbaiki. Sedangkan orientasi akan memberikan arahan agar setiap divisi perusahaan mendukung pemasaran, mengarahkan mereka sesuai tugasnya, dan memahami pasar yang dinamis. 
Ada paling sedikit lima dasar pengklasifikasian rencana – rencana, sebagai berikut :
            Bidang fungsional, mencangkup rencana produksi, pemasaran keuangan, dan personali. Setiap faktor memerlukan tipe perencanaan yang berbeda. Misalnya, rencana produksi akan meliputi perencanaan kebutuhan, scaduling prodiksi, jadwal pemeliharaan mesin, dan sebagainya. Sedang rencana pemasaran berisi target penjualan, program promosi, dan sebagainya.
Tingkat organisasional, termasuk keluruhan organisasi atau satuan – satuan kerja organisasi. Teknik – teknik dan isi perencanaan berbeda untuk tingkat yang berbeda pula. perencanaan organisasi keseluruhan akan lebih kompleks daripada perencanaan suatu kerja organisasi.
Karakter – karakter (sifat) rencana, meliputi faktor – faktor kompleks, fleksibilitas, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitatif dan klualitatif.
Waktu, menyangkut rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
Unsur – unsur rencana, dalam wujud anggaran, program, prosedur, kebijakansanaan dan sebagainya. Perencanaan ini berhubungan dengan kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan seperti program pengiklanan, prosedur seleksi personalia, anggaran  penelitian dan pengembangan.
1.      Manfaat rencana pemasaran
Beberapa manfaat dari rencana pemasaran yaitu sebagai berikut :
a.       Mengidentifikasi perkembangan yang diharapkan.
b.      Meningkatkan kesiapan untuk berubah.
c.       Mengurangi konflik tentang kemana seharusnya bergerak.
d.      Meningkatkan komunikasi.
e.       Mendesak manajemen untuk berfikir kedepan secara sistematik.
Memperluas penyesuaian sember daya yang tersedia untik mendapatkan peluang pilihan
1.      Masalah – masalah yang muncul akibat kurangnya perencanaan pemasaran :
a.       Peluang – peluang yang hilang untuk mendapatkan laba.
b.      Kurangnya informasi pasar yang dapat dilakukan.
c.       Mengeluarkan promosi yang sia – sia.
d.      Penentuan harga yang yang terlalu membingungkan.
e.       Semakin melemah terhadap perkembangan bisnis.
f.       Hilangnya kendali terhadap bisnis.
1.      Langkah – langkah pokok dalam perencanaan meliputi :
Melakukan analisis situasi
Analisis yang dilakukan dalam tahap ini biasanya adalah analisis SWOT (streghts, wesknesses, opportunilities, dan threats). Analisis ini mencangkup peluang dan masalah yang ditimbulkan oleh trend, situasi pembeli, peasaing, biaya dan regulasi. Sealin itu, termasuk pula didalamnya adalah kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.

Menerapkan tujuan/sasaran
Tujuan dirumuskan secara spesifik dan mengidentifikasi tingkat kinerja yang diharapkan untuk bisa dicapai pada waktu tertentu di masa yang datang, dengan mempertimbangkan realitas masalah dan peluang lingkungan serta kekuatan dan kelemahan perusahaan.

Menyusun strategi dan program
Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, pengambilan keputusan kemudian merancang strategi atau biasanya bisa sebagai tindakan jangka panjang untuk mencapai tujuan, dengan program sebagai tindakan jangka pendek.
Kelemahan perencanaan
Perencanaan juga mempunyai beberapa kelemahan. Beberapa diantaranya adalah :
1)      Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata.
2)      Perencana cenderung menunda kegiatan.
3)      Perencana mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisaitif dan berinovasi.
4)      Kadang – kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyesuaian situasi individual dan penanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi.
5)      Ada rencana – rencana yang diikuti cara – cara yang tidak konsisten.
Meskipun perencanaan mempunyai kelemahan – kelemahan tersebut, manfaat – manfaat yang didapat dari perencanaan jauh lebih banyak. Oleh karena itu perencana tidak hanya seharusnya dilakukan, tetapi harus dilakukan.
Audit Pemasaran (Marketing Audit)
Audi pemasaran adalah bagian mendasar dari proses perencanaan pemasaran. Hal ini tidak hanya dilakukan pada awla proses, tetapi juga dibeberapa poin pada pelaksanaan rencana. Audit pemasaran mempertimbangkan baik faktor internal dan eksternal yang nantinya akan berpengaruh pada perencanaan pemasaran, serta review dari rencana itu sendiri.
Menurut Phillip Kotler, Auting pemasaran merupakan tinjauan ulang dan penelitian terhadap faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kinerja suatu perusahaan dalam periode yang telah ditentukan.
Segmentasi
Mengelompokan pelanggan dalam  sebuah pasar sesuai dengan kebutuhan, perilaku, atau sikap yang sama
 
Proses audit dilakukan dalam suatu urutan tertentu, dimulai dengan melakukan audit lingkungan eksternal, kemudian lingkungan internal. Setelah itu menyusun dan mengemplentasikan rencana jangka pendek dan panjang yang dirancang untuk memperbaiki kelemahan yang berhasil diidentifikasi.
Dalam sebuah pemasaran tidak akan lepas dengan yang namanya konsumen. Pendekatan konsumen sangat dibutuhkan dalam pemasaran. Dalam hal ini bukanlah hal yang mudah karena konsumen mempunyai kepribadian masing – masing, pendekatan pemasaran yaitu sebagai berikut.
Pengertian perilaku konsumen
Dalam pemasaran, mempelajari tentang perilaku konsumen adalah hal yang sangat penting, karena tujuan kegiatan pemasaran adalah untuk mempengaruhi konsumen supaya    bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Sebelum kegiatan pemasaran dilakukan, manajer pemasarn harus memahami perilaku konsumen definisi dari perilaku konsumen menurut American Marketing Association (Bernett, 1988 dalam Dharmesta, 1993, 30) adalah sebagai berikut :
Perilaku konsumen adalah interaksi yang dinamis antara kesadaran / pengertian perilaku dan peristiwa lingkungan dengan manusia melakukan aspek  pertukaran tentang kehidupan mereka.
Sementara menurut James F. Engel (1990) perilaku konsumen adalah tindakan atau kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang – barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut.
Sedangkan menurut Wilkic (1985), Perilaku konsumen terdiri dari aktifitas yang melibatkan orang – orang sewaktu mereka menyeleksi, membeli dan menggunakan produk – produk dan jasa dan memenuhi kebutuhan dan keinginan – keinginan mereka.
Ada dua elemen penting dari arti perilaku konsumen itu, yaitu :
1.      Proses pengambilan keputusan.
2.      Kegiatan fisik
Kedua elemen penting ini melibatkan individu didalam menilai, mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa ekonomis.
BAB III
KESIMPULAN
Pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen tidak hanya dibagian pemasaran saja, sehingga dapat menciptakan sinergi didalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.
Hasil dari perencanaan pemasaran yang berfokus pada konsumen dapat menghasilkan keunggulan bersaing yaitu melalui :
-          Harga yang lebih rendah dapat dibandingkan dengan para pesaing guna mencari laba dan konsumen.
-          Keunikan manfaat yang dapat menetupi harga tinggi.
Demikian pula perusahaan yang mempunyai rencana pemasaran haruslah melihat sudut pandang konsumen, beberapa sudut pandang konsumen yaitu sebagai berikut :
-          Kebutuhan dan keinginan konsumen
-          Biaya konsumen
-          Kenyamanan
-          komunikasi
Analisis keunggulan bersaing menunjukan perbedaan dan kemampuan antara pesaing. Bagi perusahaan yang ingin menikmati keunggulan bersaing dipasar, antara produknya, dan produk pesaing harus dapat dirasakan dipasar. Keunggulan bersaing diperoleh dengan mencari diferensiasi yang akan dinilai oleh konsumen sasaran dan yang tidak mudah diduplikasikan oleh pesaing.








Leave a Reply